HUBUNGAN AGAMA DENGAN ILMU PENGETAHUAN DAN ILMU PROFENTIK



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
            Dalam era Globalisasi seperti saat ini penting bagi manusia untuk mengerti sekaligus memahami tentang peran dan fungsi Agama dalam Ilmu Pengetahuan social sekaligus,kemajuan tekhnologi. Dikarenakan  itu adalah salah satu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi agar bisa menjadi sosok manusia yang utuh.
            Dalam konteks ini agama seharusnya dijadikan patokan maupn pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan social maupun kemajuan tekhnologi agar kita sebagai manusia sekaligus hamba Allah SWT. Tidak terjerumus dalam sesuatu yang  dapat merugikan diri kita baik dalam segi rohani maupun jasmani,dari segi maghdhoh ataupun ghoiru maghdhoh.
            Ini ditujukan agar dalam terjadinya arus globalisasi seperti saat ini,manusia terutama umat islam bisa menjadi manusia yang mengerti akan agama sekaligus memahami akan ilmu pengetahuan social serta kemajuan tekhnologi berguna agar kita bisa mendapatkan kehidupan dunai maupun kehidupan akhirat yang sempurna.
            Dalam pembahasan ini kami berkeinginan agar manusia terutama umat islam bisa megerti maupun memahami tentang pandangan ajaran islam terhadap ilmu pengetahuan social maupun ilmu social yang bernuansa islam serta peran ilmu social profetik itu dalam era globalisasi saat ini.

B.     Rumusan Masalah
1. Bagaimana Hubungan Agama dengan Ilmu Pengetahuan Sosial?
2. BagaimanaIlmu Pengetahuan Sosial Yang Bernuansa Islami?
3. BagaimanaPeran Imu Profetik Dalam Era Globalisasi?
C.    Tujuan

1. Untuk mengetahui Hubungan Agama dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
2. Untuk mengetahui Ilmu Pengetahuan Sosial Yang Bernuansa Islami
3.Untuk mengetahui Peran Imu Profetik Dalam Era Globalisasi









BAB II
PEMBAHASAN
A.    Hubungan Agama denganIlmuPengetahuanSosial
                        Sebelum kita memahami akan hubungan agama dengan ilmu pengetahuan social alangkah baiknya kita memahami akan makna dari agama dan ilmu pengetahuan itu sendiri-sendiri atau memahami secara terpisah dahulu.
                        Dalam kamus Prof. DR. H. Mahmud Yunus.Agama berasal dari arti kata Ad-Din yang berasal dari bahasa arab yang memiliki arti tunduk atau patuh,sedangkan Islam sendiri juga memiliki arti menyerahkan diri.atau tunduk dan patuh.[1]Sedangkan menurut istilah agama islam adalah agama wahyu,yang berintikan tauhid atau keesaaan tuhan yag diturunkan oleh ALLAH SWT  kepada Nabi MUHAMMAD SAW. Sebagai utusannya yang terakhir dan berlaku untuk seluruh manusia,kapanpun dan dimanapun yang ajarannya meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.[2]Sedangkan menurut H.A.MUKTI ALI agama islam bukanlah agama monodimensi, islam bukan agama yang hanya didasarkan pada intuisi mistis manusia dan terbatas pada hubungan antara manusia dengan tuhan.[3]
                        Ilmu pengetahuan memiliki arti suatu ilmu yang tersusun secara sistematis yang bisa dimanfaatkan manusia diberbagai tempat guna menghasilkan sesuatu, sedangkan ilmu social itu berarti ilmu yang berada pada seluruh kegiatan masyarakat, baik dari golongan masyarakat bawah sampai golongan masyarakat tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
                        Dari beberapa pengertian diatas kita jadi bisa mengetahui hubungan agama dengan ilmu pengetahuan.Agama sendiri sebenarnya sudah menjelaskan dalam alqur’an yang meyuruh agar manusia bisa menyeimbangkan antara kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Dalam kehidupan akhirat kita dituntut untuk melakukan ibadah secara horizontal atau hubungan kepadatuhan diwujudkan dengan cara kita melakukan segala perintah dan menjauhi segala larangannya seperti halnya kita melakukan Shalat, Puasa, Haji dan sebagainya.Sedangkan dalam hal kehidupan dunia kita diwajibkan melakukan hubungan vertikal/ hubungan manusia satu dengan manusia lain melalui muamalah,karena manusia itu tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain atau biasa disebut human society.
                        Selain hal diataskita bisa mengkaitkan agama dengan ilmu social, maka sebenarnya agama itu sangat menekankan akan ilmu social melalui tujuan agama itu sendiri, yaitu dengan menonjolkan kesejahteraan manusia dengan adanya sifat tolong menolong, persamaan derajat dan sebagainya.
                        Dalam era globalisasi seperti saat ini peradaban umat manusia sudah mengalami peningkatan yang sangat tajam itu diwujudkan dengan sudah berkembang pesatnya ilmu pengetahuan maupun tekhnologi yang ada saat ini. Namun dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini banyak dari manusia yang menjadi malas-malasan karena hanya mengandalkan kemajuan tekhnologi saat ini, dan banyak diantara kita yang memiliki sifat individualis dimana mereka hanya mementingkan kepentingan mereka tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Disitulah letak kelemahan dari kemajuan ilmu pengetahuan social dan tekhnologi. Dari kelemahan itulah saat ini membutuhkan ilmu pengetahuan social yang mampu menghindarkan kita dari berbagai problema.Maka dari itulah kita membutuhkan ilmu social yang diambil atau digali dari nilai-nilai agama itu sendiri. Namun untuk mengetahui apakah ada hubungan antara keduanya,kita harus mengetahui pula tujuan masing-masing,namun disini saya langsung menyimpulkan dari tujuan keduanya. Bahwasanya ajaran agama memiliki tujuan agar terjadinya kemaslahatan umat manusia.menurut Asy-Syathibi(wafat 790) memperinci yang dimaksut kemaslakhatan disitu adalah kemaslahatan pokok(al-mashaalih adh-dhruriyat),kemaslahatan kebutuha (almashaalih alhajiyat),kemaksahatan dalam bentuk adab dan sopan santun (al-mashaaliha-tahsiiniyat). Ketiga kualitas tersebut memiliki lima sasaran,yaitu:memelihara agama,harta,nyawa, akal dan kehormatan. Dimana lima sasaran itu juga berhubungan dengan ilmu social dan ekonomi.[4]
B.     IlmuPengetahuanSosial Yang BernuansaIslami
Di era zaman seperti ini ilmu pengetahuan social mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.Maka untuk mengatasi hal yang demikian itu kita memerlukanilmu pengetahuan yang didalamnyaterdapatcoraktentangajaran-ajaranislam atau digali dari nilai-nilai agama islam biasa disebut dengan ilmu profetik.Dimana dengan adanya ilmu profetik itu maka ketika terdapat masalah masalah yang dahulunya belum bisa diselesaikan oleh ilmu pengetahuan social,sehingga ilmu profetik itu bisa muncul untuk mengatasinya.Seperti contoh ketika terjadi suatu kerusuhan atau tindak kriminalitas,penyimpangan social serta masalah social lainya,sejatinya masalah masalah itu bukanlah masalah yag bisa berdiri sendiri,karena semua itu merupakan produk system dan pola pikir.Sehingga pemecahan masalah seperti ini memerlukan pemecahan yang serius,salah satu alternatifnya adalah dengan memberikan nuansa keagamaan pada ilmu social.
C.    Peran Imu Profetik Dalam Era Globalisasi
                        Dalam pembahasan diatas sudah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan social itu selain mengalami kemajuan dibidang tekhnologi,juga mengalami sedikit masalah tentang social atau hubungan mu’amalah.Karena adanya masalah tersebut baru muncullah ilmu yang diambil/digali dari nilai nilai agama atau biasa kita sebut dengan ilmu profetik.
                        Di era globalisasi seperti saat ini banyak sekali penyimpangan penyimpangan yang dilakukan manusia baik dari tindakan ataupun moralnya.itu semua penyimpangan penyimpangan tersebut tidak bisa diatasi hanya dengan ilmu social itu sendiri.namun harus diiringi dengan ilmu profetik,atau malah dibarengi dengan ajaran ajaran agama.Karena hanya agamalah yang mengutamakan tentang akhlak,seperti salah satu hadis yang berbunyi “innama bu’itsu li utammima makarim al akhlaq” yang berarti aku diutus tuhan kemuka bumi ini semata mata untuk menyempurnakan akhlak.[5] Sehingga jika akhlak dan moral manusia diera globalisasi saat ini tidak semen-menanya/sesuai aturan agama,maka kita bisa meminimalisir tindak kejahatan atau bahkan kita bisa menciptakan manusia yang mengerti dan menaati peraturan-peraturan.
           

BAB III
A.    KESIMPULAN.
                        Jadi hubungan agama dengan ilmu social maka sebenarnya agama itu sangat menekankan akanilmu social melalui tujuan agama itu sendiri,yaitu dengan menonjolkan kesejahteraan manusia dengan adanya sifat tolong menolong, persamaan derajat dan sebagainya.
Sedangkan ilmu pengetahuan social yang bernuansa islam ialah ilmu social yang dimana ilmu itu diambil dari ajaran ajaran/nilai nilai agama islam itu sendiri.
                        Peran ilmu profetik dalam era globalisasi ialah dimana ilmu profetik itu menutupi beberapa kekurangan yang ada dalam ilmu pengetahuan social itu sendiri.
B. SARAN
Demikian makalah yang kami buat yang mana menjelaskan tentang hubungan ilmu pengetahuan social dengan agama, masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan di dalam penjelasannya, semoga para pembaca, pendengar dan dosen pembimbing dapat memberikan kritik dan saranya yang bersifat membangun, demi kesempurnaan penyusun makalah berikut.





DAFTAR PUSTAKA
Agus Bustanudin,pengembangan ilmu ilmu social(Jakarta:gema insane,1999)hlm.116
Mukni’ah,Materipendidikanagama islamuntukperguruantinggiumum(Yogyakarta:Ar-ruzz Media,2011)hlm.15
Nata, Abuddin,Manajemen pendidikan(Jakarta:kencana,2008)hlm 222
Thahir,LukmanS, Studiislaminterdisipliner(Yogyakarta:QIRTAS,2004)kata pengantarhlm,viii



[1]Mukni’ah,Materipendidikanagama islamuntukperguruantinggiumum(Yogyakarta:Ar-ruzz Media,2011)hlm.15
[2] Ibid.hlm.18
[3] DR. LukmanS.Thahir, MA,Studiislaminterdisipliner(Yogyakarta:QIRTAS,2004)kata pengantarhlm,viii
[4] Dr,bustanudin agus,pengembangan ilmu ilmu social(Jakarta:gema insane,1999)hlm.116
[5] Abuddin nata,manajemen penddikan(Jakarta:kncana,2008)hlm 222

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAUM YANG TERMARJINALKAN

MAKALAH LEMBAGA PERADILAN ISLAM

contoh surat keputusan kampus ( Legal Drafting )