SOLIDARITAS

SOLIDARITAS
A.    PENGERTIAN.
Solidaritas/so·li·da·ri·tas/ n sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dsb); perasaan setia kawan: — antara sesama anggota sangat diperlukan.
Solidaritas adalah integrasi, tingkat dan jenis integrasi, ditunjukkan oleh masyarakat atau kelompok dengan orang dan tetangga mereka Hal ini mengacu pada hubungan dalam masyarakat . hubungan sosial bahwa orang-orang mengikat satu sama lain. Istilah ini umumnya digunakan dalam sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
Jadi Solidaritas Juga Dapat Di Artikan Sebagai Berikut :
Solidaritas adalah rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama atau bisa di artikan perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.
B.     MACAM-MACAM SOLIDARITAS.
a.       PAGUYUBAN
Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni serta bersifat nyata dan organis. Kelompok paguyuban sering dikaitkan dengan masyarakat desa atau komunal dengan ciri-ciri adanya ikatan kebersamaan (kolektif) yang sangat kuat.
Ciri-ciri masyarakat gemeinschaft menurut F. Tonnies adalah sebagai berikut:
1.      Intimate, artinya hubungan menyeluruh yang mesra sekali.
2.      Private, artinya hubungan bersifat pribadi, yaitu khusus untuk beberapa orang saja.
3.      Exclusive, artinya hubungan tersebut hanyalah untuk kita dan tidak untuk orang-orang di luar kita.
Menurut F. Tonnies, di masyarakat selalu dijumpai salah satu dari tiga tipe paguyuban, yaitu:
1.      Gemeinschaft by blood, merupakan gemeinschaft yang berupa ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan.
2.      Gemeinschaft of place, merupakan gemeinschaft yang terdiri atas orang-orang yang berdekatan tempat tinggalnya sehingga dapat saling menolong, misalnya RT dan RW.
3.      Gemeinschaft of mind, merupakan gemeinschaft yang terdiri atas orang-orang yang walaupun tidak memiliki hubungan darah ataupun tempat tinggalnya tidak berdekatan, tetapi mereka memiliki jiwa dan pikiran yang sama karena ideologi yang dianut sama. Misalnya: kelompok pengajian, partai politik, dan pergerakan mahasiswa.

b.      PATEMBAYAN ( GESSELLSCHAFT )
Gesellschaft adalah ikatan Untuk jangka waktu yang pendek, bersifat formal dan mekanis. Keanggotaan kelompok patembayan didasari oleh perhitungan yang bersifat rasional. Misalnya, untung rugi, peningkatan karier, prestasi, dan status sosial. Ikatan dalam kelompok relatif Ionggar, tetapi serba kompetitif atau bersaing dan sewaktu-waktu bias berhenti sebagai anggota kelompok.
Sebagai contoh bentuk patembayan adalah interaksi melalui internet. Hal ini disebabkan patembayan bersifat sebagai suatu bentuk yang ada dalam pikiran belaka. Selain itu, bentuk pengelompokan gesellschaf lebih dihubungkan pada masyarakat industrial yang sering diidentikkan dengan masyarakat kota.
Menurut Tonnies, penyesuaian kedua bentuk kehidupan bersama yang pokok tersebut di atas dengan dua bentuk kemauan asasi manusia dinamakan wesenwille dan kurwille.
Pandangan seorang sosiolog Prancis, Emile Durkheim, menjelaskan bahwa pada masyarakat desa, perbedaan kepandaian pada umumnya kurang menonjol, sehingga kedudukan para anggota secara individual tidak begitu penting. Dari sudut pembagian kerja, jika ada seorang anggota yang dikeluarkan, maka hal itu tidak akan begitu terasakan. Secara keseluruhan, masyarakat mempunyai kedudukan yang lebih penting daripada individu. Keadaan atau struktur demikian, oleh Durkheim, disebut struktur yang mekanis. Sebaliknya, keadaan dalam masyarakat-masyarakat yang kompleks, di mana telah diadakan spesialisasi bagi anggotanya masing-masing, maka timbullah keahlian sehingga setiap golongan tidak akan dapat hidup secara sendiri.
Keadaan demikian dapat disamakan dengan bagian-bagian suatu organisme yang merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisah-pisahkan, karena apabila salah satu bagian rusak maka organisme tersebut akan macet. Struktur tadi oleh Durkheim disebut struktur yang organis.
Di dalam gemeinschaft atau paguyuban terdapat suatu kemauan bersama (common will), ada suatu pengertian (understanding), serta kaidah-kaidah yang timbul dengan sendirinya dari kelompok tersebut. Jika terjadi pertentangan antar anggota suatu paguyuban, maka pertentangan tersebut tidak akan dapat diatasi dalam suatu hal saja. Hal itu disebabkan oleh adanya hubungan yang menyeluruh antaranggota-anggotanya.
Keadaan yang agak berbeda akan dijumpai pada patembayan atau gesellscahft, di mana terdapat public life, yang artinya bahwa hubungannya bersifat untuk semua orang. Pertentangan-pertentangan yang terjadi antaranggota dapat dibatasi pada bidang-bidang tertentu sehingga suatu persoalan dapat dilokalisasi.

CONTOH LINGKUNGAN YANG MENERAPKAN PAGUYUBAN DAN PATEMBAYAN.

Paguyuban.
            Didesaku tepatnya di desa pucunglor kec ngantru kab. Tulungagung Jawa timur. Bisa saya kategorikan dalam suatu desa yang menganut tipe solidaritas paguyuban. Itu diwujudkan dari pola hidup masyarakat dalam dalam kesehariannya. Selama saya tinggal disini ini dari lahir sampai saat ini banyak sekali ciri-ciri yang terdapat desa saya sehingga saya bisa menjustifikasi desa saya adalah sebagai desa paguyuban, neski menurut saya paguyubannya ada beberapa tingkat, yakni pada lingkungan RT, lingkungan RW., lingkungan Dusun dan Lingkungan Desa. Dalam prakteknya sehari-hari banyak sekali jiwa-jiwa solidaritas antar rumah, antar RT ataupun antar dusun, itu dibuktikan dengan adanya rasa empati terhadap satu sama lain. Seperti contoh ketika ada salah satu yang sakit maka masyarakat yang lain pasti memberikan waktu mereka untuk menjenguk tetangganya yang sedang mengalami sakit, tapi tentu yang dijenguk itu sakit yang agak parah. Bukan sakit demam, batuk ataupun flu. Dan juga didesa saya jiwa solidaritas yang tinggi dibuktikan dengan adanya sifat gotong royong masyarakat yang cukup masih tinggi. Itu terlihat seperti saat ada kegiatan masyarakat berupa gotong royong memperbaiki jalan raya atau biasa disebut dengan mempaving jalan. Baru setelah selesai pelaksanaan mempaving, nanti ada kegiatan peresmian jalan dan saat peresmian tersebut nanti ada hiburan, entah iktu musik dangdut, musik shalawatan ataupun pagelaran wayang kulit.
Yang sedikit ekstrim didesaku adalah ketika ada pencurian. Ketika ada pencurian entah itu kendaraan, ternak ataupun harta dalam rumah, masyarakat didesaku semua sangat germa dan marah. Pernah kejadian didesaku ada pencurian sepeda motor ( untuk tahunnya saya agak sedikit lupa, yang jelas saya masih kecil, kalau gak salah saya masih TK atau sudah MI ) pada saat itu si pencuri digebukin sampai babak belur, akan tetapi si pencuri tidak merasakan apa-apa. Kata orang-orang tua katanya dia memiliki kekuatan atau jimat. Sampai kata orang-orang si pencuri ditarik pakai motor. Dan yang sedikit baru-baru ini yakni sekitar 6 tahun yang lalu waktu aku mts dulu di daerah desa marak sekali pencurian ternak pernah sampai ditetangga desaku ada kejadian seorang pemulung yang tidur dipos kavling dibunuh oleh masyarakat sekitar, itu karena mereka menganggap dia mau mencuri dan juga dia ketika ditanya merasa ketakutan sehingga seperti orang grogi akhirnya masyarakat jadi menghajar dia sampai meninggal dan kasusnya dibawa kekantor polisi dan ada beberapa masyarakat yang dimasukkan penjara. Sebelum kejadian itu didesaku juga ada seseorang yang dianggap sebagai pencuri, karena ada salah satu masyarakat melihat seseorang waktu pagi dini hari berada dibelakang rumah. Kemudian dia ditangkap dan dibawa ke rumah pamong desa. Waktu dirumah pamong desa si terduga ditaruh dalam rumah, karena diluar rumah masyarakat satu desa bahkan tetangga desa ikut berada diluar rumah pamong, sampai pihak kepolisian mendatangkan polisi satu pleton didalam truk polisi. Meskipun demikian masyarakat enggan untuk pergi darisana sebelum siterduga sudah dibawa kekantor polisi. Ketika si terduga mau dibawa masuk kedalam truk masyarakat kayak serasa marah, bahkan semua langsung mendekat ketruk dan rumah pamong, dan semua teriak-teriak dan memberikan hadiah kepada siterduga yakni berupa pukulan, meski sudah dikawal oleh polisi. Sampai-sampai truk polisi itu digoyang-goyangkan.

sekian  materi dari saya bila ada  kesalahan  murni dari saya sendiri.

wassalamualaikum wr. wb.

Komentar

  1. Jadi apa yang diceritakan oleh penulis. Tindakan main hakim sendiri dari masyarakat desa harus lah di rubah. Karena itu sangat merugikan.. seperti halnya kematian sesorang yang tidak bersalah. Hanya karna sebuah tuduhan

    BalasHapus
  2. sepenggal potret kehidupan masyarakat disekitar kita yang terjadi seperti yang telah diceritakan oleh penulis itu memang sering terjadi khususnya didaerah pedesaan. karena mayoritas masyarakat desa itu memang rasa kekeluargaannya itu tinggi, sehingga ketika ada yang dirasa menggangu pasti mereka juga akan bertindak apa yang dianggap mereka benar, walaupun kadang malah terlewat batas. tetapi seperti ibarat tidaka akan ada asap jika tidak ada api, maka jika tak ingin dapat serangan maka sebaiknya jangan menyerang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAUM YANG TERMARJINALKAN

MAKALAH LEMBAGA PERADILAN ISLAM

contoh surat keputusan kampus ( Legal Drafting )