Lembaga Sosial


KLASIFIKASI ORGANISASI YANG BISA DISEBUT DENGAN LEMBAGA SOSIAL.
Oleh. Muhammad Lutfi Ashar 1712143066 HK V C

Mungkin dari kita semua sudah mengetahui apa itu organisasi, dan juga diantara kita semua banyak yang mengikuti beberapa organisasi baik organisasi dalam lingkungan pendidikan, lingkungan pemerintahan ataupun lingkungan kerja. Sebelum kita membahas mengenai klasifikasi organisasi apa saja yang bisa dikatakan lembaga sosial alangkah lebih baiknya kita sedikit mereview kembali mengenai pengertian organisasi. Karena jika kita sudah memahami organisasi dengan benar maka kita akan lebih mudah nantinya untuk mengklasifikasikan apakah organisasi yang kita ikuti bisa dikatakan sebuah lembaga sosial apa belum.
Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama menurut J.R Schermenhorn. Sedangkan menurut chester J. Bernard organisasi adalah kerja sama dua orang atau lebih, suatu sistem dari aktivitas-aktivitas atau kekuatan-kekuatan perorangan yang dikoordinasikan secara sadar.
Setelah kita sedikit  memahami apa itu organisasi maka selanjutnya kita akan membahas mengenai lembaga sosial. Apa yang disebut dengan lembaga sosial ? apa ciri-ciri suatu lembaga sosial maupun hal-hal yang berkait dengan lembaga sosial.
Lembaga sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan tertentu yang oleh masyarakat dianggap penting. Menurut wikipedia lembaga sosial adalah salah satu jenis lembaga yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup.
Sedangkan ciri-ciri lembaga sosial tersebut menurut Gillin adalah sebagai berikut: Memiliki tujuan tertentu, memiliki alat kelengkapan atau sarana prasarana yang digunakan untuk mencapai tujuan lembaga tersebut. Mempunyai lambang atau simbol, memiliki tradisi tertulis ataupun tidak tertulis, memiliki pemikiran atau latar belakang dari pembentukan lembaga sosia yang diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan dan memiliki suatu tingkat kekekalan khusus.
Contoh organisasi yang saya ikuti.
            Ketika kita sedang dalam masa tholabul ilmi atau mencari ilmu terutama dalam suatu lembaga pendidikan baik ketika masih dalam masa sekolah menengah pertama ( SMP ), sekolah menengah atas ( SMA) atupun ketika pada masa kuliah kurang afdhol kalau kita tidak mengikuti suatu organisasi, karena dalam  organisasi itu sendiri kita akan banyak sekali mendapatkan manfaat yang positif, ya meski itu tetap dikembalikan ke masing-masing individu, akan tetapi mayoritas seseorang yang mengikuti suatu organisasi pola pikir mereka sedikit berbeda dengan orang-orang yang belum pernah mengikuti atau merasakan bagaimana hidup dalam suatu organisasi.  Akan tetapi dalam tulisan ini saya tidak menjelaskan mengenai keunggulan atau kelebihan bila seseorang mengikuti suatu organisasi. Karena tulisan ini saya fokuskan mengenai kesinambungan antara organisasi dengan tulisan diatas yakni tentang ciri-ciri suatu lembaga sosial, apakah lembaga yang akan saya jabarkan nanti bisa dikategorikan suatu lembaga sosial apa belum.
            Pada sekitar tahun 2014 saya diajak bergabung dalam organisasi masyarakat yang lumayan familiar didengar telinga kita semua, yakni Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama’ atau biasa disingkat dengan IPNU dalam tingkat pengurus anak cabang kecamatan ngantru. Disini saya menjabat apa saya sedikit lupa karena pada saat itu PAC atau sapaan masyarakat kepada IPNU yang saya ikuti tersebut baru bangun lagi dari tidur yang lama. Jadi untuk job discription yang ada dalam PAC masih sedikit amburadul. Karena yang diutamakan pada saat itu adalah kekompakan antar pengurus dan pada acara-acara yang memiliki klasifikasi acara yang memobilisasi masyarakat banyak seperti jalan sehat, sholawatan dan juga bedah buku. Pada saat itu kenapa kami lebih mementingkan mengenai komunikasi terlebih dahulu karena dari rekan-rekanita PAC ingin menyamakan persepsi terlebih dahulu dan ingin terjalinnya silaturahmi yang erat antar pemuda desa yang ada dalam wilayah kecamatan ngantru. Anggota dari IPNU PAC Ngantru sendiri ialah dari rekan-rekanita anggota IPNU Ranting yang ada dalam wilayah PAC. Untuk jumlahnya berapa tiap ranting pada saat itu tidak ditentukan asalkan dari rekan-rekanita mau berpartisipasi dalam kegiatan PAC.
            Ketika organisasi ini dikmbalikan dengan pertanyaan yang ada diatas, saya dengan gamblang menyatakan bahwasanya organisasi IPNU-IPPNU PAC Ngantru sudah bisa dikatakan sebuah Lembaga Sosial. Itu diwujudkan dari beberapa ciri-ciri yang ada dalam lembaga sosial sudah terpenuhi oleh organisasi IPNU-IPPNU seperti :
Memiliki dasar pemikiran atau latar belakang dibentuknya organisasi yang diwujudkan dengan kegiatan yang konsisten dari kami sudah jelas bahwa organisasi memiliki dasar pemikiran bahwa organisasi ini menghimpun para kader nahdiin terutama pada teman-teman pelajar untuk saling tukar fikiran baik antara kaum pelajar  pesantren dengan pelajar umum yang tetap berdasarkan dengan ad-art NU.
Ketika kita membahas ciri kedua yakni harus memiliki tujuan tertentu pasti organisasi ini dibentuk dengan memiliki tujuan entah itu tujuan jangka pendek ataupun jangka panjang. Untuk itu kami dari PAC Ngantru memiliki tujuan utama yakni sebagai ajang tukar fikiran teman-teman yang ada dimasing-masing dalam mengembangkan para pelajar khususnya dan masyarakat desa pada umumnya dan juga kami memiliki tujuan menghidupkan kembali atau mengenalkan kepada para pelajar mengenai tradisi NU dan beberapa tujuan yang lain.
Mengenai sarana prasarana yang dijadikan buat penunjang kegiatan organisasi, pada saat itu kami belum begitu memiliki sarana prasarana yang mencukupi. Akan tetapi kami sudah diberikan basecamp atau bahasa kerennya kantor yang dijadikan tempat kawan-kawan rapat.
Sedangkan untuk mengenai tradisi tertulis dan tidak tertulis sebenarnya pada organsasi ini ada. Cuman karena organisasi ini sudah lama vakum kami belum begitu mengetahui apa tradisi yang tidak tertulis di organisasi ini. Sehingga pandangan teman-teman mengenai tradisi tertulis dan tidak tertulis kami membuat sendiri. Seperti contoh untuk tradisi tertulis, pengurus harus aktif, melaksanakan raker atau rapat keja, membuat acara mingguan, bulanan dan tahunan dll. Yang mana tradisi tertulis ini kita bukukan dalam aturan atau tertuang dalam ad-art. Sedangkan untuk tidak tertulis menurut saya kita menjalankan kegiatan dengan sisitem gotong royong.
Untuk masa aktif organisasi ini tidak ditentukan berapa lama organisasi ini ada, selama ada yang mengurusi maka organisasi akan ada. Yang ditentukan masa aktifnya bukan organisasinya, melainkan para pengurus yang ditentukan masa bhaktinya yakni 2 tahun. Dan ciri yang terakhir adalah meiliki sebuah lambang atau logo atau sebuah identitas kami sangat jelas memiliki identitas tersebut, karena kami masih dibawah naungan NU. Jadi identitas kita tidak jauh berbeda dengan identitas NU.

Sekian sharing ilmu pada postingan kali ini,,,,stay in my blog.
Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAUM YANG TERMARJINALKAN

MAKALAH LEMBAGA PERADILAN ISLAM

contoh surat keputusan kampus ( Legal Drafting )