contoh kaidah sosial
KETIKA
MELANGGAR SEBUAH KAIDAH SOSIAL
Oleh : Muhammad Lutfi Ashar
1712143066
Mungkin
teman-teman gak asing mendengar istilah ini ya “Manusia adalah tempatnya salah
dan lupa ( Al Insanu Mahalul Khoto' wa Nisyan )” dari kata-kata tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa semua manusia itu baik, selalu benar tidak
pernah melakukan kesalahan atau enaknya ngomong perfect adalah suatu yang
mustahil dicapai oleh seorang manusia kecuali hamba-hamba pilihan, seperti para
nabi dan rasul. Nmanya saja hamba pilihan berarti dalam konteks ini mereka memiliki
kemampuan yang lebihdari manusia yang lain. Selain hamba-hamba pilihan sudah
rtentu jelas qta banyak sekali melakukan kesalahan baik kesalahan dengan sesama
manusia ataupun dengan tuhan qta yakni Allah SWT.
Apakah kepala negara tidak pernah
melakukan kesalahan ? apakah para habaib saat ini tidak melakukan kesalahan ?
apakah aparatur negara tidak melakukan kesalahan ? apakah pedagang tidak
melakukan keslahan ? apakah pengusaha tidak melakukan kesalahan ? apakah rakyat
biasa tidakberbuat kesalahan ?.
Dari beberapa pertanyaan diatas
tentu sudah jelas bahwa semua yang hidup didunia ini pernah melakukan kesalahan
Cuma bagaimana kita menyikapi dari kesalahan yang pernah kita lakukan, apakah
kita menyadari terus berhenti untuk melakukan kesalahan keslahan yang pernah
kita lakukan, atau bahkan kita hanya mementingkan ego kita sehingga kita tetap
melakukan keslahan yang pernah kita lakukan sebelum-sebelumnya.
Saya
disni banyak sekali melakukan beberapa kesalahan dalam melakukan kehidupan
sehari-hari baik itu kesalahan yang termasuk dalam kaidah kepercayaan, kaidah
kesopanan, kaidah kesusilaan ataupun kaidah hukum. Ya maklumlah saya kan
manusia biasa jadi kalau banyak kesalahan sudah biasa.
Meski saya pernah melakukan banyak
sekali kesalahan saya akan sedikit menjelaskan beberapa aturan yang saya
langgar dari beberapa kaidah sosial, tentunya tidak semuanya. Karena kalau saya
jabarkan secara keseluruhan ya malu sendiri deh saya.
Disini saya akan menceritakan
pengalaman saya setelah melanggar kaidah hukum sekaligus bisa dikategorikan
sebagai kaidah kesopanan.
Kurang lebih sekitar waktu 2 sampai
3 tahun yang lalu ketika saya masih kelas 3 disalah satu madreasah aliyah
negeri di kabupaten blitar. Ketika kita sudah menginjak kelas 3 atau sudah masa
akhir berada didalam sebuah lembaga pendidikan, maka tentu kita akan membuat
sebuah album kenang-kenangan. Yang mana isi dalam album tersebut adalah
foto-foto dari seluruh siswa-siswi se-angkatan kita. Waktu itu ketika
pemotretan buat isi album tersebut temnn-teman saya memilih tempat yang lumayan
jauh, yakni di simpang lima gumul kediri. Kami satu kelas naik sepeda montor
menuju ketempat pemotretan. Sesampainya disana kami semua melakukan beberepa
gaya buat diambil foto mana yang baik dan pantas buat dimasukkan dalam album
kenang-kenangan tersebut. Setelah pemotretan selesai kami semua bercengkrama
didaerah simpang lima guymulatau yang sering disebut dengan SLG. Setelah bercengkerama
saya pergi mengelilingi daerah slg. Setelah mengelingi slg saya melihat bebrapa
patung yang unik yang berada ditiap pojok tugu slg, kayaknya sih patung ganesha
yang letaknya agak sedikit tinggi. Setelah saya melihat sekeliling saya saya
memberanikan diri untuk naik keatas. Malangnya nasib saya, ketika saya sudah
sampai diatas ada salah satu satpol pp yang mengetahui saya, dia langsung
memanggil teman-temannya dan langsung menuju kearahku dan meneriaki agar saya
cepat turun. Dan setelah saya turun saya langsung seperti disidang oleh para
satpol pp dan dicerca banyak sekali pertanyaan. Dari semua pertanyaan tersebut,
masing-masing pertanyaan saya jawab sesuai dengan apa yang saya ketahui dan
lakukan. Alhamdulillah saya tidak jadi dibawa kekantor kepolisian ataupun
kekantor satpol pp. Dan setelah kejadian yang cukup memalukan tersebut
teman-teman saya sedikit mengucilkan saya, mungkin mereka mengira saya ini
tidak punya sopan ataupun etika sehingga mereka sedikit mengucilkan saya
sebentar akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, maklum.lah kan aku bisa
membuat suasana sedikit meriah lagi,,,,hhhh.
Dari
pengalaman tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa jangan berbuat
semaunya sendiri ditempat yang baru kamu kenal. Karena sejatinya dimanapun kamu
berada pasti ada peraturannya dan belum tentu peraturan yang ada ditempat baru
tersebut sama dengan tempat yang pernah engkau kunjungi ata engkau datangi.
Selain dari kesalahan diatas saya
pernah melakukan berbagai kesalah bai itu kaidah kesopanan,
kesusilaan,kepercayaan ataupun hukum. Akan tetapi yang membuat fikiran saya
tidak nyaman adalah ketika kita melanggar kaidah kepercayaan. Ya mungkin karena
saya takut akan masuk neraka jadi ketika saya melakukan kesalahan dalam kaidah
kepercayaan maka saya merasa bersalah banget. Bahkan saya pernah berfikir agar
waktu itu bisa diulang kembali. Dan juga mungkin karena kaidah kepercayaan
tersebut memiliki doktrin yang kuat mengenai hukuman apa yang akan didapat
ketika melanggar dari kaidah kepercayaan dan juga kita tidak bisa memastikan
kita akan mendapatkan hukuman apa. Berbeda dengan kaidah hukum yang mana
hukuman bagi orang yang melanggar kaidah hukum sudah jelas hukumannya dan
hukuman tersebut kita bisa memprediksinya.
Komentar
Posting Komentar